1 year has passed

Hai!
Tepat 1 taun ngga nulis blog. Kesibukan yang sebenernya ga terlalu sibuk, campur sama nganggur dan main yg banyak. Hahaha..
Hmm... By the way, I'm officially doctor now and I'm working in Bali Royal Hospital (BROS) as an Internship doctor!
Officially doctor!
Hahaha proud of myself!
Sebenernya ngga juga sih. Bangganya lebih karena perjuangan luar biasa lebih dari 5 taun.
Dari yang ga mau jadi dokter, ahirnya enjoy, terus gamau koas, ahirnya lebih enjoy lagi, sampai ahirnya jadi dokter dan bisa kerja di RS swasta ternama di Bali.
Hahaha sebenernya keberuntungan sih yang lebih bermain disini. Lewat rebutan sama 2000 orang lebih se Indonesia, lewat proses online yang super sucks ahirnya finally, here I am!

Internship adalah salah satu kewajiban buat dokter umum setelah lulus dari Fakultas Kedokteran terus kemudian UKDI (Ujian Kompetensi Dokter Indonesia). Internship atau biasa kita singkat Insip adalah dimana kita 1 taun bekerja sebagai dokter di daerah pilihan pemerintah, dengan gaji minimum dari pemerintah. Sistem pemilihannya adalah online. 
Jam 8 pagi, serentak 2000 orang dokter lebih berebut untuk log in dan memilih wahana yang telah ditentukan oleh pemerintah.

Masih jelas teringat, 3 bulan yang lalu. Saya dan 2 orang teman saya berkumpul dari jam 7 pagi. Internet super cepat. jam 07.50 kita udah bisa log in, jam 8 pagi kita pilih wahana dan wahana yang kita mau habis. Sampai akhirnya wahana satu Indonesia benar2 habis. Dan 2 orang teman saya ga kebagian wahana dan harus menunggu entah berapa lama lagi untuk bisa berangkat insip yang artinya nganggur lagi dan lagi.
Kenapa saya bisa berangkat insip? Karena ternyata seseorang udah lebih dulu dan lebih cepat log in dengan account saya dan memilihkan Bali sebagai wahana saya.
Jadi singkat cerita, saya berangkat seorang diri ke Bali. Rasanya marah, sedih dan takut jadi satu, tapi apapun yang terjadi, saya tidak punya pilihan lain selain berangkat kan?

Singkat cerita. Ini adalah bulan ke 3 saya di Bali.

Bali tidak semenyenangkan yang dibayangkan. Bali adalah pulau tempat berlibur dan bukan tempat bekerja.
Jadi suasananya beda. Insip yang melelahkan membuat saya setelah pulanh kerja, maunya tidur.
Tapi ada banyak sekali yang saya pelajari disini. Bahwa segala sesuatu sudah ada jalannya masing-masing. Disini, saya belajar mandiri dan hidup sendiri. Keluar dari comfort zone -hidup enak serba ada serba Mama serban Pa Baban- di Bandung.
Dari hal-hal kecil, belajar mengatur keuangan, belajar beress2 sendiri, belajar atur pola hidup, cari makan, cuci baju, kemana-mana sendiri.
My Room
Kemudian saya belajar menjadi dokter klinis yang bukan teoritis.
Di UGD BROS, saya diperlakukan sebagai dokter, walaupun saya baru. Dokter2 senior yang baik, menyenangkan, perawat2 yang menghargai saya walaupun mereka jauh lebih pintar dan pengalaman. Saya belajar bekerja sama sebagai sebuah tim UGD, belajar menghargai sejawat, belajar memberika pelayanan terbaik untuk pasien, belajar menghadapi situasi seburuk apapun dengan tetap tenang.
DI UGD BROS, setiap hari harus berpenampilan rapih, dengan full makep dan rambut di sanggul! Dari yang awalnya kesel banget sampai skr jago bgt bikin sanggul sama alis! wkwkw

UGD BROS
Saya disini bertemu orang-orang baru yang luar biasa! Dari beda-beda suku dan asal muasal. Dan merekalah yang membuat saya betah disini. Teman-teman baru. Karena banyak dari kami yang sama-sama merantau, jadi saling menghargai. Teman-teman yang baik. Ga pernah kepikiran sebelumnya, saya bakal ketemu orang-orang hebat ini.

Temen2 1 kelompok Insip
Oky's Birthday dinner
Finn's Beach Club
Temen 1 kost-an
1st Meet up!
Girls Night out!
Ternyata Insip seorang diri tidak semenakutkan yg dikira.
Dan saya benar-benar belajar, bahwa segala sesuatu sudah ada jalannya. Yang harus kita lakukan adalah, terus maju. Dan setiap langkah yang kita jalani, jalani sebaik-baiknya.

Thanks to you yang udah bikin aku ada disini dan belajar banyak...
I L U

Comments

Popular posts from this blog

Bahagia itu relatif, Sedih itu absolut...

Untuk kamu, kalian dan mereka...